Petasulut.com, SULUT – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulut menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang bertema “Merayakan Kegembiraan, Mencegah Pelanggaran” Pada Minggu (19/02/2023) di Hotel Sentra Manado.
Kegiatan yang dihadiri Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty, Deputi Bidang Teknis Bawaslu RI, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, La Bayoni, Forkopimda, perwakilan parpol, sejumlah elemen pengawasan, tokoh masyarakat, toko agama dan insan pers.
Pada kesempatan itu, Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai upaya dari Bawaslu pada kerawanan pemilu, dirinya harapkan kita semua bergandengan tangan untuk mencegah dan bersama-sama kita lakukan mitigasi.
Mewoh juga mengajak semua elemen pengawasan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.
“Saya mengajak komitmen semua pihak dalam menjalankan pemilu yang berkualitas,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty mengatakan tema yang diangkat adalah Merayakan kegembiraan, mencegah pelanggaran. Apa tidak salah? Sulut ini suka aneh-aneh, sulut telah dinyatakan sebagai daerah dengan rawan tinggi kedua se Indonesia.
“Tapi di tema tertulis rayakan kegembiraan. Kok gitu sih. Terlepas dari itu disisi lain saya melihat ini bisa jadi upaya optimisme Bawaslu Sulut,” Kata Lolly.
Lanjut Lolly, ketika data IKP ditarik dari kabupaten, kota, provinsi dan RI dilakukan analisis. Maka analisis itu adalah situasi yang nyata.
“Kita masih ingat ketika angka partisipasi pemilih itu ternyata 100 persen daerah tingginya mengalahkan DKI dan Jabar maka kita perlu berefleksi. 2024 waspada nggak boleh ada kejadian seperti yang lalu di mana ada warga yang menolak Pilkada, di mana yang lalu ada warga yang tidak bisa memilih,” katanya.

Dalam konteks ini, kata lolly, mari kita refleksikan. Ketika hari ini pemutahiran data pemilih mulai berjalan, maka tidak sekedar kita datang dari rumah ke rumah, coklit dan pasang stiker.
“Esensinya adalah memastikan jangan sampai ada warga sulut yang punya hak pilih tidak bisa milih, yang tidak punya hak pilih malah bisa milih. Potret 2019 kita tahu semua, apalagi sulut punya beberapa pulau yang diarea perbatasan,” Ucapnya.
“Maka salah satu tantangan kedepan, memastikan teman-teman kita yang ada di area perbatasan tidak kehilangan hak pilihnya, berkepastian hukum sejak awal. Itu penting,” Tambahnya.
Maka dari itu, Lolly juga meminta semua jajaran Bawaslu mengawasi jalannya proses coklit yang sedang berlangsung.
“KPU saat ini sedang berjuang keras untuk memastikan coklitnya benar. Tidak ada yang keliru baik dari tata cara prosedur maupun mekanisme,” pintanya.
Disisi lain, Lolly mengakui peran media adalah sebagai ujung tombak bagi tersiarnya informasi yang benar soal kepemiluan.
Untuk itu Lolly mengatakan mulai sekarang mari kita awasi dan cegah terjadinya hal-hal negatif di pemilu nanti.
(ABL)










