Gubernur Yulius Dorong Bitung Jadi Hub Logistik Global, Direct Call Jadi Game Changer Sulampua

Petasulut.com, SULAWESI UTARA – Upaya mendorong transformasi kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) menuju pusat logistik global terus diperkuat. Hal ini ditegaskan dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Transformasi Sulampua Menuju Global Logistics Hub untuk Penguatan Efisiensi dan Daya Saing Logistik Kawasan Indonesia Timur yang digelar di Aula GKN Manado.

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Johannes Victor Mailangkay hadir langsung dalam kegiatan tersebut, yang mempertemukan para pemangku kepentingan strategis dari dalam dan luar negeri.

FGD ini dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok Djauhari Oratmangun, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, pimpinan instansi vertikal, pelaku usaha logistik, eksportir, importir, hingga investor dari Indonesia dan Tiongkok.

Diskusi dipandu Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara Erwin Situmorang bersama Ketua APINDO Sulut Riko Lieke. Pembahasan berlangsung dinamis dengan fokus utama pengembangan layanan direct call dari Pelabuhan Bitung yang dinilai sebagai terobosan besar bagi logistik Indonesia Timur.

Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan bahwa kawasan Sulampua merupakan salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusi ekspor wilayah ini diperkirakan mencapai USD 25–30 miliar per tahun atau sekitar 15–18 persen dari total ekspor nasional.

Namun, ia mengakui sebagian besar arus barang dari Indonesia Timur masih bergantung pada pelabuhan di Pulau Jawa, sehingga menyebabkan biaya logistik tinggi dan waktu pengiriman yang panjang.

“Pengembangan direct call dari Bitung berpotensi memangkas waktu pelayaran ke Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok dari 25–30 hari menjadi sekitar 7–10 hari. Biaya logistik juga bisa ditekan hingga 20–30 persen,” tegas Gubernur Yulius.

Ia menekankan bahwa penetapan Bitung sebagai simpul logistik nasional bukan hanya kepentingan Sulawesi Utara, tetapi merupakan kepentingan bersama seluruh kawasan Sulampua.

Menurutnya, keberhasilan Bitung sebagai hub logistik akan menciptakan ekosistem baru yang mendorong tumbuhnya pusat distribusi regional, pergudangan modern, pelabuhan pengumpul, serta menarik masuknya investasi berkualitas ke Indonesia Timur.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *