Gubernur Yulius Temui Menaker, Dorong Revitalisasi BLK dan Perluasan Pelatihan Kerja di Sulut

 

Petasulut.com, SULAWESI UTARA — Upaya menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Utara (Sulut) mendapat perhatian serius dari Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus.

Hal itu disampaikan Gubernur Yulius Selvanus saat melakukan pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur memaparkan kondisi ketenagakerjaan di Sulut, termasuk masih adanya masyarakat usia kerja yang belum mendapatkan pekerjaan dan membutuhkan akses pelatihan untuk meningkatkan kompetensi.

Gubernur yang akrab disapa YSK itu menilai program pelatihan kerja menjadi salah satu langkah penting untuk mempersiapkan tenaga kerja Sulut agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Selain persoalan tenaga kerja, Yulius juga menyampaikan kondisi Balai Latihan Kerja (BLK) Bitung. Menurutnya, infrastruktur serta peralatan penunjang pelatihan di sembilan workshop yang tersedia sebagian besar sudah mengalami kerusakan dan tidak lagi mengikuti perkembangan kebutuhan pelatihan saat ini.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah pusat, mengingat animo masyarakat Sulawesi Utara untuk mengikuti pelatihan di BLK masih sangat tinggi.

“Animo masyarakat pencari kerja untuk dilatih di BLK masih sangat tinggi. Karena itu, dibutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan, untuk membantu program pelatihan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” demikian substansi yang disampaikan Gubernur dalam pertemuan tersebut.

Kemenaker Siapkan Penguatan BLK Minut dan Bitung

Merespons usulan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Sulut ke Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurut Menteri, pertemuan tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Sulut dalam mencari solusi untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja di daerah.

Sejumlah langkah strategis kemudian disampaikan Kementerian Ketenagakerjaan untuk mendukung kebutuhan pelatihan kerja di Sulawesi Utara.

Pertama, Kemenaker akan mempercepat optimalisasi BLK Minahasa Utara (Minut). Infrastruktur serta peralatan pelatihan akan disiapkan agar BLK tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi pada 2027.

Kedua, Kemenaker akan menambah program pelatihan di BLK Bitung. Pengembangan program pelatihan tersebut nantinya akan disinergikan dengan BLK Minut sehingga kapasitas pelatihan tenaga kerja di Sulut dapat semakin diperluas.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelatihan keterampilan sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan dan pelatihan vokasi di Sulawesi Utara.

Pelatihan Disesuaikan Kebutuhan Industri

Selain penguatan infrastruktur BLK, Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong Pemprov Sulut membangun kerja sama yang lebih erat dengan perusahaan-perusahaan industri.

Kerja sama tersebut diperlukan untuk mengetahui secara langsung jenis keterampilan dan kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan dunia usaha.

Dengan demikian, program pelatihan yang disiapkan tidak hanya berorientasi pada pemberian keterampilan, tetapi benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja.

Kemenaker nantinya akan membantu mempersiapkan program pelatihan berdasarkan kebutuhan tenaga kerja yang disampaikan perusahaan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkecil kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan peluang masyarakat Sulut untuk mendapatkan pekerjaan.

Kemenaker juga menyatakan komitmennya membantu Sulawesi Utara dalam mengoptimalkan keberadaan BLK yang ada di daerah tersebut.

Pengawasan Tenaga Kerja Asing Jadi Perhatian

Dalam pertemuan itu, Menteri Ketenagakerjaan turut meminta Pemprov Sulut meningkatkan pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Sulawesi Utara.

Pengawasan diperlukan untuk memastikan setiap TKA yang bekerja di Sulut memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku dalam regulasi ketenagakerjaan.

Selain aspek kepatuhan, keberadaan TKA juga diharapkan memberikan manfaat bagi tenaga kerja lokal melalui proses alih teknologi dan transfer pengetahuan.

Dengan demikian, kehadiran tenaga kerja asing tidak hanya memenuhi kebutuhan tertentu dunia usaha, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan pekerja lokal.

Sinergi Pemerintah dan Dunia Industri

Pertemuan Gubernur Yulius Selvanus dengan Menteri Ketenagakerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menangani persoalan ketenagakerjaan di Sulawesi Utara.

Penguatan BLK, penambahan program pelatihan, pemetaan kebutuhan tenaga kerja industri hingga pengawasan TKA menjadi sejumlah agenda yang diharapkan dapat berjalan secara terpadu.

Jika sinergi tersebut berjalan optimal, Sulut diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan jumlah tenaga kerja terampil, tetapi juga menciptakan sistem pelatihan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri dan membuka semakin banyak peluang kerja bagi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan didampingi jajaran Direktorat Jenderal, staf ahli dan direktur terkait. Sementara Gubernur Sulut Yulius Selvanus didampingi Asisten I, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulut serta Kepala BLK Bitung.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *