Petasulut.com, SULAWESI UTARA – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-56 Anik Yulius Selvanus, isteri Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kesederhanaan. Tidak ada pesta mewah, tidak ada gemerlap dekorasi. Yang tampak justru ketulusan dan kepedulian mendalam, saat Ibu Anik memilih merayakan hari spesialnya bersama anak-anak Panti Asuhan dan para Lansia di Remboken.
Perayaan dimulai dengan doa bersama, mengiringi ucapan syukur atas bertambahnya usia dan kesempatan untuk terus memberi manfaat bagi sesama. Usai doa, suasana berubah begitu akrab ketika Ibu Anik terlibat dalam sesi ramah tamah bersama puluhan anak yatim yang hadir. Ia berbagi motivasi, bahwa masa depan mereka selalu ada selama tetap berpengharapan kepada Tuhan dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup.
Dalam momen tersebut, Anik menyerahkan bantuan serta bingkisan kepada anak-anak dan para Lansia. Gestur sederhana tetapi penuh makna itu menjadi simbol kasih, perhatian, dan komitmennya untuk terus hadir bagi generasi muda dan masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
“Saya sangat bersyukur atas usia baru yang Tuhan berikan. Harapan saya, ke depan saya bisa terus menjadi berkat bagi masyarakat Sulawesi Utara, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian,” ungkap Anik dengan penuh haru.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, turut menyampaikan rasa bangga atas inisiatif sang isteri yang memilih merayakan syukurannya secara sederhana namun sarat nilai kemanusiaan.
“Apalagi momentum ini berlangsung menjelang Natal, membuatnya semakin menyentuh. Yang paling mengharukan adalah ketika anak-anak menyanyikan sebuah lagu untuk Bunda dari ketulusan hati mereka,” ujarnya.
Acara kemudian ditutup dengan pembagian makanan, pemberian bingkisan, serta sesi foto bersama anak-anak Panti Asuhan. Senyum tulus dan kegembiraan yang menghiasi wajah mereka menciptakan kenangan hangat dan menguatkan pesan bahwa kebahagiaan sejati bukan diukur dari kemewahan, tetapi dari cinta dan manfaat yang dapat dibagikan kepada sesama.
Perayaan sederhana ini bukan hanya menjadi momen penuh syukur bagi Anik, tetapi juga mengukuhkan nilai solidaritas dan kemanusiaan yang patut diteladani.
(ABL)










