Jawaban VICTOR MAILANGKAY Soal Struktur Pengurus Baru DPW NasDem Sulut

Petasulut.com, SULUT – Pasca ditetapkannya Johannes Victor Mailangkay menduduki kursi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Sulawesi Utara, DPP Partai NasDem memberi waktu selama 30 hari untuk segera menyusun struktur pengurus definitif DPW NasDem Sulut.

Mengenai hal itu, Ketua DPW NasDem Sulut, Victor Mailangkay mengatakan bahwa untuk strukturnya sementara digodok. Walaupun kewenangan ada pada ketua DPW, tapi struktur itu harus berkonsultasi dengan berbagai pihak, teristimewa di lingkungan partai NasDem.

“Habis konsultasi, kita tetapkan struktur pengurus dan disampaikan ke DPP, kemudian DPP keluarkan surat keputusan,” Ucap Wakil ketua I DPRD Sulut, selasa (05/04) saat diwawancarai awak media diruang kerjanya.

“Di NasDem itukan tidak berlaku periodisasi sebagai hasil musyawarah daerah atau wilayah tapi di NasDem, semua untuk struktur DPP, DPW dan DPD kabupaten/kota, kongres kedua tahun 2019 lalu diserahkan kepada ketua umum. Mungkin setelah hasil kongres ketiga baru dilaksanakan. Pertimbangannya karena kita inikan baru, jadi kalau kita bikin seperti partai lain yang sudah mapan, energinya habis di musyawarah daerah atau wilayah kong so loyo hadapi tugas-tugas selanjutnya. Jadi konsekuensi tidak dilakukan musyawarah adalah tidak ada periodisasi,” Jelasnya.

Karena tidak adanya periodisasi lanjut JVM, maka titik penilaiannya cuma dua yakni loyalitas terhadap partai dan kinerja dan kedua hal itu harus seimbang.

“Jadi kedepannya akan ada ukuran supaya tidak terjebak pada Like or Dislike, untuk evaluasi kedepan ada KPI (Keep Performance Indikator) jadi setiap pengurus ada indikasi kinerja tapi bisa tidak hanya di kualitatifkan tapi dikuantitatifkan dalam bentuk angka. Diharapkan kinerja kepengurusan ini baik di provinsi, kabupaten/kota, kecamatan sampai ke desa itu diatas 60,” Kata Aleg Dapil Kota Manado tersebut.

Bocorannya, Mailangkay katakan bahwa banyak yang berminat cuma kan strukturnya harus sesuai dengan PO Nomor 1 tahun 2020 dan itu cuma 36 untuk struktur yang ada.

“Untuk komposisinya, pengurus lama berpotensi masuk karena kesinambungannya perlu, orang-orang lama dipertahankan tapi ada orang-orang baru sebagai darah segar untuk memutar organisasi ini. Petugas partai yang sementara duduk di DPRD Sulut menjadi prioritas,” Pungkas JVM.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *