Jems Tuuk Tanggapi Kritikan GMNI Terhadap Kinerja Gubernur dan Wagub Sulawesi Utara

Petasulut.com, SULAWESI UTARA – Jems Tuuk menyampaikan tanggapannya perihal kritikan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Manado terhadap kerja Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus (YSK) dan Wakil Gubernur Johannes Victor Mailangkay (Victory) di Provinsi Sulut.

Jems Tuuk mengatakan bahwa teman-teman GMNI ini mengkritisi pemerintahan YSK-VICTORY didasari beberapa hal, diantaranya kinerja pemerintahan ini hanya mencari popularitas kemudian tidak ada tujuan.

“Saya sudah baca di berita terkait itu. Jadi yang dimintakan oleh mereka yaitu RPJMD. RPJMD Pemerintah Sulut tidak bisa dibahas selanjutnya karena ada warisan dari Gubernur sebelumnya bahwa tidak ada penetapan yang disebut dengan RTRW,” Jelas Tuuk, Selasa (10/06/2025) kepada awak media di Kantor DPRD Sulut.

“Harusnya pemerintah yang kemarin sudah menetapkan RTRW yang pada waktu itu saya masih di lembaga DPRD. Tiga tahun diberikan kesempatan pada pemerintah kemarin untuk menetapkan RTRW,” Sambung JT (sapaan akrabnya).

Lanjut JT, setelah RTRW ditetapkan barulah disusun RPJMD, Renstra dan renja.

Pemerintah YSK Victory, kata JT, tahapan ketika dilantik menjadi Gubernur dan Wagub, mereka masih fokus pada RTRW.

“Maka seluruh energi pemerintah sekarang masih difokuskan membahas RTRW. Nah, setelah RTRW selesai disaat yang sama pemerintah dengan membentuk tim penyusun dan ahli melakukan penyusunan RPJMD. Jadi kalau mau bicara bahwa YSK Victory duduk sebagai Gubernur Wagub hanya mencari panggung? Menurut saya tidak,” Jelas Tuuk.

Jems Tuuk menjelaskan bahwa RTRW ini diisi banyak hal, yakni tambang rakyat, pariwisata, pertanian, perikanan, pelabuhan dan lain lain.

“Harusnya rakyat Sulut berterima kasih kepada Tuhan. Karena menurut saya keberadaan pak YSK adalah Pemimpin yang dikirim Tuhan untuk mensejahterakan rakyat Sulut,” Katanya.

Jadi, Jems Tuuk katakan bahwa RTRW ini sudah selesai dibahas di internal Pemerintah dan dibawa DPRD untuk dibahas lebih lanjut, dikomunikasikan dengan pemerintah pusat, salah satunya soal tambang rakyat.

“Tambang rakyat ini, 29 tahun saya berjuang dengan teman-teman. Tapi jawaban konkrit terhadap kondisi rakyat penambang baru terjadi pada masa kepemimpinan YSK Victory,” Ujar Tuuk.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *