Keluarga Buka Suara Terkait Jatuhnya Alen Dari Lantai 7 Hotel di Manado

Petasulut.com, SULUT – Jatuhnya calon pengantin pria GFS alias Alen dari lantai 7 hotel berbintang di Manado sehingga menewaskan GFS menimbulkan sejumlah pertanyaan.

Dimana, pihak keluarga tidak mempercayai bahwa GFS berniat untuk melompat dari lantai 7 hotel.

Keluarga menduga dan percaya bahwa GFS terjatuh saat membuka kain tirai jendela hotel.

Hal itu dibenarkan dan diakui oleh adik korban. Dimana dirinya menyebut bahwa Alen terjatuh dan bukan melompat.

Paman korban Jack Andalagi, juga menjelaskan jika rekan-rekan korban yang akan menjadi Pagar Bagus atau pendamping calon pengantin, mengaku saat kejadian Alen dalam kondisi selalu ceria dan tidak menampilkan raut wajah kecewa, sehingga bisa memicu dirinya melompat dari jendela.

“Dari pengakuan adik dari Alen dan teman-teman Alen saat kejadian, kami keluarga berkeyakinan jika Alen tidak melompat tapi terjatuh. Pertama adiknya yang sudah kelas 6 SD mengaku jika kakaknya Alen terjatuh bukan melompat. Kemudian, teman-temannya bilang, Alen dalam kondisi yang sangat ceria. Jadi kami yakin Alen tidak melompat tapi terjatuh,” ujar Andalagi saat Ditemui di rumah duka yang ada di Desa Tateli, Kabupaten Minahasa, sabtu (29/5) dilansir dari Kumparan.

Menurut Andalagi, ada kemungkinan Alen terjatuh karena kelelahan mempersiapkan pernikahannya.

Lanjut dikatakan Andalagi, dirinya sangat tahu jika keponakannya tersebut memiliki mental yang kuat. Alen sejak kecil telah menjadi tulang punggung keluarga, di mana dirinya berjualan kue untuk membantu ibunya. Sementara, ketika lulus sekolah, Alen memilih jadi pelaut.

“Anak ini seorang petarung. Sejak kecil sudah bertarung dengan kerasnya hidup. Setelah lulus dia memilih jadi pelaut yang harus punya mental baja. Jadi, kalau hanya masalah kecil, tidak mungkin sampai melakukan hal-hal yang tidak masuk akal,” ujar Andalagi.

Sementara, terkait dengan adanya dugaan jika Alen melompat dari lantai 7, disebabkan ada masalah internal, yakni keluarganya terlambat datang ke pernikahan, menurut Andalagi hal tersebut tidak mungkin menjadi penyebab hingga Alen harus melakukan perbuatan yang tidak masuk akal.

Walaupun diakui Andalagi, pasti ada rasa kekecewaan yang dirasakan terkait dengan keterlambatan tersebut, namun tidak mungkin sampai memicu seseorang hingga bunuh diri.

“Saya kenal benar anak ini, karena Alen sejak kecil saya ikut merawatnya. Bahkan di profil facebooknya, Alen menulis saya itu ayahnya. Alasan ada masalah internal keluarga itu saya bisa katakan tidak mungkin sampai membuat dia melompat. Jadi, saya mewakili keluarga menyampaikan jika Alen terjatuh karena kemungkinan terlalu lelahnya Alen mempersiapkan pernikahan ini,” ujar Andalagi. Sumber: Kumparan.com

Sebelumnya, Alen yang adalah pengantin pria akan melaksanakan pemberkatan nikah pada jumat (28/5) kemarin, bersama dengan calon pengantin wanita yang diketahui bernama Meis.

Namun, satu jam sebelum pemberkatan nikah, kejadian naas pun terjadi.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *