Petasulut.com, MINAHASA UTARA — Konsolidasi organisasi PDI Perjuangan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mulai diperkuat hingga ke tingkat paling bawah. Di bawah kepemimpinan Ketua DPC PDI Perjuangan Minut, Joune Ganda, penataan struktur partai dari tingkat kecamatan hingga desa terus digenjot sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Langkah tersebut terlihat dalam rapat konsolidasi DPC dan PAC PDI Perjuangan Minahasa Utara yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Minut, Sabtu (8/8/2026).
Rapat yang dipimpin langsung Joune Ganda itu membahas percepatan pembentukan kepengurusan partai di tingkat ranting dan anak ranting. Para pengurus PAC diarahkan untuk segera melakukan proses rekrutmen sekaligus mempersiapkan musyawarah pembentukan kepengurusan di tingkat desa.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Minahasa Utara, Chris Youdi Longdong, mengatakan penataan struktur organisasi hingga tingkat desa menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi internal partai.
Menurut Youdi, masa bakti kepengurusan periode sebelumnya telah berakhir. Karena itu, pembentukan struktur baru dilakukan secara berjenjang setelah penataan kepengurusan DPC dan PAC diselesaikan.
“Fokus utama kita sekarang adalah membentuk pengurus partai di tingkat desa. Pengurus PAC sudah diberikan arahan untuk segera melaksanakan rekrutmen dan rapat di tingkat ranting maupun anak ranting,” kata Youdi.
Perkuat Mesin Partai dari Tingkat Desa
Youdi menegaskan, penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif partai. Keberadaan pengurus di tingkat paling bawah dinilai menjadi fondasi penting untuk memastikan mesin organisasi tetap hidup dan mampu berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Karena itu, proses rekrutmen akan diarahkan untuk mendapatkan kader yang memiliki komitmen, loyalitas, serta kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Ini merupakan agenda partai. Konsolidasi harus dilakukan dari sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembentukan pengurus ranting dan anak ranting juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang PDI Perjuangan Minahasa Utara dalam mempersiapkan organisasi menghadapi berbagai agenda politik, termasuk persiapan menuju Pemilu mendatang.
Dengan struktur organisasi yang semakin lengkap hingga tingkat desa, partai diharapkan memiliki basis yang lebih kuat, solid, dan terkoordinasi.
Selain memperkuat mesin organisasi, pengurus di tingkat desa juga memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan partai.
Kader di tingkat akar rumput diharapkan mampu menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai program dan agenda partai kepada warga.
“Jadi ini bukan hanya pembentukan pengurus baru. Kita sedang membangun kembali kekuatan organisasi dari bawah,” jelas Youdi.
Konsolidasi Dibungkus dengan Refleksi Sejarah
Menariknya, agenda konsolidasi tersebut tidak berhenti pada pembahasan organisasi. Setelah rapat, kegiatan dilanjutkan dengan nonton bareng film dokumenter mengenai peristiwa Kudatuli yang diikuti jajaran kader dan pengurus PDI Perjuangan Minahasa Utara.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari refleksi terhadap peristiwa 27 Juli 1996 yang dikenal sebagai Kudatuli, salah satu episode penting dalam perjalanan sejarah PDI Perjuangan.
Bagi kader partai, momentum tersebut dinilai penting untuk menjaga ingatan kolektif, terutama di tengah proses regenerasi dan pembentukan kepengurusan baru.
Menurut Youdi, kader tidak hanya perlu memahami tugas dan struktur organisasi, tetapi juga mengetahui nilai, ideologi, serta sejarah perjuangan yang menjadi bagian dari perjalanan partai.
“Jangan sampai kader melupakan sejarah. Dari sejarah kita belajar tentang perjuangan, keteguhan dan pentingnya menjaga soliditas,” tegasnya.
Ia menambahkan, refleksi sejarah tersebut sekaligus menjadi pesan kepada seluruh kader agar tetap menjaga kekompakan dan memperkuat barisan dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah masyarakat.










