Petasulut.com, NASIONAL – Berkaca pada Pemilu 2019 lalu, sedikitnya 440 petugas KPPS di berbagai daerah meninggal dunia.
Para petugas KPPS pada waktu Pemilu 2019 lalu pun mendapat sorotan dan menjadi pembicaraan publik secara nasional. kala itu pemilihan anggota DPR, DPD, presiden-wakil presiden dilakukan bersamaan dengan pemilihan anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.
Oleh karena itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan bahwa pihaknya berencana menaikkan honor bagi para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pemilu 2024 mendatang menjadi Rp1 juta.
“Yang pasti kita bicarakan, kita rencanakan meningkatkan honorarium badan Ad Hoc, karena itu setelah dihitung-hitung kita dapat sekitar Rp1 juta untuk KPPS di 2024 nanti,” kata pria yang akrab disapa Pram itu di Kantor KPU, Jakarta, Senin (21/3), dikutip dari CNN Indonesia.
Pram berkaca gelaran Pemilu 2019 bahwa honor petugas KPPS masih tergolong kurang manusiawi. Ia merinci kala itu anggota KPPS hanya mendapatkan honor Rp500 ribu, sementara Ketua KPPS sebesar Rp550 ribu.
Ia bercerita awalnya KPU hendak menaikkan honor petugas KPPS setara dengan upah minimum regional (UMR) untuk Pemilu 2024. Namun, rencana itu urung dilakukan karena anggaran justru makin membengkak.
“Pas kita hitung-hitung angkanya jadi besar banget. Bila kita naikkan honor badan Ad Hoc Rp500 ribu saja, itu secara akumulatif tambah 4-5 triliun,” kata dia.
Melihat itu, Pram mengatakan pihaknya tengah menyusun anggaran sebesar Rp4-5 triliun untuk biaya honor petugas KPPS di Pemilu 2024 mendatang.
“Itu [anggaran] yang termasuk kita ajukan,” tambahnya.
Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul “KPU Berencana Naikkan Honor KPPS Pemilu 2024 Jadi Rp1 Juta”
(ABL)










