Pemkab Minut Siapkan Strategi Untuk Antisipasi  Dampak Fenomena El Nino

Petasulut.com, MINUT – Mengantisipasi risiko dan dampak buruk dari fenomena El Nino di berbagai sektor, terutama di sektor Pertanian, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dibawah pemerintahan Bupati Joune Ganda dan Wabup Kevin Lotulong mengeluarkan sejumlah strategi jitu yang dianggap dapat menyelamatkan dan untuk pengamanan tanaman pangan pada musim tanam.

Dimana lewat surat edaran yang bersifat SANGAT SEGERA, Bupati Minut Joune Ganda menghimbau masyarakat untuk melakukan upaya antisipasi kekeringan Tahun 2023:

1. Melakukan percepatan tanam dan memaksimalkan capaian target luas tanam MT April September 2023 yang telah ditetapkan dengan menyusun rencana target tanam April – September 2023.

2. Memastikan kesiapan saprodi, alsintan, sarana, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/penanganan Dampak Perubahan Iklim (DPI), dan penanganan panen serta pasar.

3. Mengoptimalkan pemanfaatan lahan tadah hujan untuk percepatan pertanaman padi pada daerah yang curah hujannya masih cukup tinggi, untuk memaksimalkan pertanaman pangan khususnya padi.

4. Memanfaatkan benih insitu untuk memenuhi kebutuhan benih di wilayah masing- masing serta memastikan ketersediaan benih toleran kekeringan seperti varietas Inpago 5, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpari 10 Laeya, Rindang 1 Agritan, Rindang 2 Agritan dan varietas lokal sejenisnya serta varietas tahan OPT endemis.

5. Mengoptimalkan pemanfaatan sumur pompa, sumur suntik, biopori, embung dan longstorage dalam mendukung ketersediaan air.

6. Meningkatkan koordinasi dengan instansi lain terkait sistem pengairan, perbaikan drainase, optimalisasi infrastruktur, penyiapan pompa, panen air, penerapan teknologi hemat air.

Hal itu juga sekaligus mendukung dan menindaklanjuti surat Menteri Pertanian RI No. 118/512.140/M/03/2023 tanggal 6 Maret 2023 tentang Mitigasi dan Adaptasi Kekeringan Tahun 2023.

Upaya ini juga diikuti oleh Dinas Pertanian Minut, dengan memberikan himbauan kepada para Koordinator BPP bersama seluruh penyuluh untuk melakukan Percepatan tanam dan panen dengan melakukan pengawasan ke petani/kelompok tani secara intensif. Meningkatkan pelayanan Brigade Alsintan/UPJA. Mengoptimalkan penggunaan pompa air di wilayah yang rentan kekeringan dengan memanfaatkan sumber-sumber air yang ada (embung, dam parit, perpompaan, sungai, sumur dan lain-lain) danMendorong petani untuk mengikuti program AUTP.

Kepada Wartawan, Sekda Minut Novly Wowiling mengatakan, menghadapi cuaca kekeringan atau kemarau (El Nino) ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus menerapkan sejumlah kebijakan memberikan imbauan kepada petani mengenai dampak perubahan iklim tersebut.

“ Saat ini pak Bupati dan Wakil Bupati terus melakukan berbagai kebijakan guna mengantisipasi risiko maupun dampak yang dapat diakibatkan fenomena El Nino. Salah satunya dalam rangka menjaga sektor pertanian terus berproduksi untuk menjaga keseimbangan harga dan antisipasi terjadinya inflasi serta menjaga ketahanan pangan di daerahnya,” ujarnya.

Lanjut Wowiling, adapun upaya-upaya pemerintah dalam rangka menjaga produksi pertanian pihaknya telah menghimbau petani untuk mempercepat budidaya dan menanam jenis tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim dengan memastikan kesapan saprodi, alsintan, sarana, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/penanganan Dampak Perubahan Iklim (DPI), dan penanganan panen serta pasar.

“Serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan tadah hujan untuk percepatan pertanaman padi pada daerah yang curah hujannya masih cukup tinggi, untuk memaksimalkan pertanaman pangan khususnya padi dan memanfaatkan benih insitu untuk memenuhi kebutuhan benih di wilayah masing- masing serta memastikan ketersediaan benih toleran kekeringan seperti varietas. Inpago 5, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpari 10 Laeya, Rindang 1 Agritan, Rindang 2 Agritan dan varietas lokal sejenisnya serta varietas tahan OPT endemis,” ujarnya.

Selain itu kata Sekda, para petani harus memperhatikan saluran dan sumber sumber air agar air masuk dengan lancar ke lahan pertanian mereka sehingga tidak terjadi kekeringan.

“Mengoptimalkan pemanfaatan sumur pompa, sumur suntik, biopori, embung dan longstorage dalam mendukung ketersediaan air, serta terus berkoordinasi dengan instansi lain terkait sistem pengairan, perbaikan drainase, optimalisasi infrastruktur, penyiapan pompa, panen air, penerapan teknologi hemat air,” tandas Wowiling.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *