Petasulut.com, UNSRAT – Pelantikan Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himapro) Administrasi Negara Kepengurusan Pertama digelar pada Selasa (18/07/2023) Aula Fispol Unsrat.
Sebanyak 37 orang pengurus Himapro Administrasi Negara pun resmi dilantik.
Pada kesempatan itu, Kepala Program Studi (Kaprodi), Dr. Very Yohanis Londa, S.Sos, M.Si. menjelaskan tujuan dibentuknya Himapro Administrasi Negara sebagai struktur organisasi kemahasiswaan yang akan menjadi perpanjangan tangan Fakultas, Jurusan sampai Program Studi (Prodi).
“Alasan utama pembentukan Himapro karena banyak hal dalam pengembangan akademi, pengembangan kemahasiswaan dan upaya untuk meningkatkan kinerja sehingga pimpinan prodi tidak bisa sendiri, dalam hal ini membutuhkan kerja sama dengan mahasiswa, seperti kegiatan-kegiatan kemahasiswaan,” jelasnya.
Very Londa juga mengharapkan para pengurus generasi pertama dapat mempersiapkan persyaratan administrasi.
”Mempersiapkan persyaratan administrasi, dalam hal ini mengacu pada aturan-aturan Perguruan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Organisasi Kemahasiswaan Unsrat, fakultas (Fispol), itu yang harus dipersiapkan oleh pengurus yang ada,” jelas Londa.
Himapro Administrasi Negara akan berupaya memperlengkapi mahasiswa bukan hanya dalam skill akademik tapi juga skill yang berhubungan dengan organisasi, meningkatkan pengembangan akademik didunia organisasi.
Ia juga menambahkan bahwa Himapro ini akan mengikat semua yang terlibat dalam Himapro ini menjadi keluarga, saudara-bersaudara, kakak-beradik.
”Sebagai kakak, Himapro Administrasi Negara yang akan menjemput adik-adik kalian yang akan bergabung bersama di prodi Administrasi Negara pada angkatan 2023 ini,” tuturnya.
Diakhir, Ia juga memberi pesan kepada pengurus Himapro untuk menggunakan kesempatan yang ada untuk menjadi yang terbaik membawa perubahan bukan hanya di lingkungan kampus tetapi juga untuk perubahan Negara Indonesia.
”Gunakan kesempatan ini untuk belajar, mengembangkan potensi, pacu semangat akademik, dan juga menjadikan generasi muda yang mampu membawa perubahan bukan hanya di Prodi, Fisip, atau Unsrat tetapi membawa perubahan untuk Indonesia yang lebih baik,” harap Very.
(ABL)










