Sekwan GLADY Puji Terobosan MJP Dalam Penjaringan Aspirasi

Petasulut.com, SULUT – Dalam rangka mendengarkan dan menyerap aspirasi konstituen atau disebut dengan reses, semua anggota DPRD Sulut turun kembali ke dapil masing-masing.

Kewajiban inipun langsung dilakukan Anggota DPRD Sulut, Melky Jakhin Pangemanan, dengan melaksanakan reses III tahun 2021 di Desa Kema I, Minahasa Utara, senin (29/11).

Namun ada yang menarik dalam kegiatan reses tersebut, dimana Wakil Ketua Bapemperda DPRD Sulut, Melky Pangemanan dalam perencanaan pelaksanaan kegiatan reses, pada beberapa hari sebelumnya melalui staff pendamping sekretariat DPRD telah membagikan kuesioner ke warga Kema 1 dan 2 yang akan mengikuti reses.

Kuesioner itu diberikan ke warga guna menyampaikan keluhan, masukan serta usulan dalam bentuk tertulis. Hal itu dilakukan MJP agar semua aspirasi dari warga dapat diserap.

“Karena yang saya dapati di lapangan pada saat reses, banyak warga yang berkerinduan untuk menyampaikan keluhan ataupun usulan namun sangat sulit untuk dibahasakan, apalagi dalam kegiatan resmi seperti ini. Oleh karena itu saya berinisiatif membagikan kuesioner ke warga di 1 atau 2 hari sebelum pelaksanaan reses. Contohnya hari ini di Kema 1 dan 2. Tadi juga saya sudah terima aspirasi tertulis itu dari masyarakat Kema di tiap Jaga,” Jelas MJP usai melaksanakan reses.

“Hal ini juga ternyata sangat baik dari segi efisiensi waktu, karena memang kalau aspirasi masyarakat dalam bentuk penyampaian langsung di kegiatan reses, 1 hari 1 malam tak bakal habis. Memang reses tadi telah dibuka ruang bertanya namun hanya 2 sampai 3 pertanyaan langsung dari warga. Efisiensi waktu pelaksanaan reses Ini juga mendukung pemerintah di masa Pandemi covid-19. Saya kira ini sangat efektif,” Tambah MJP.

Disisi lain, Sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu saat melakukan monitoring mengaku salut atas terobosan yang di laksanakan MJP pada reses kali ini.

“Pada reses kali ini Pak Melky membuat terobosan yang luar biasa. Salah satunya dengan menjaring aspirasi masyarakat menggunakan kuesioner. Kuesioner yang dibagikan ke masyarakat menjadi metode yang efektif dan efisien, dalam mengakomodir begitu banyaknya masalah yang ada di masing-masing dapil. Dengan kuesioner ini, penyampaian aspirasi menjadi lebih rinci dan tertata rapi,” Jelas Kawatu.

“Ini juga dapat meminimalisir waktu reses dari anggota dewan di lapangan,” Tambahnya.

Terpantau, kegiatan Reses ini tetap pengedepankan protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran virus corona.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *