Sosok Dibalik Suksesnya Perda Fakir Miskin

0

Petasulut.com, SULUT – Ditetapkannya Ranperda Fakir Miskin dan Anak Terlantar menjadi Perda menjadi titik terang terhadap kinerja Anggota DPRD Sulut dalam melaksanakan tugas pokok yakni fungsi Legislasi.

Bagaimana tidak, selama tujuh tahun terakhir, DPRD Sulut belum pernah melahirkan Produk hukum atau Perda Inisiatif DPRD. baru ditahun 2021 ini, Perda Inisiatif DPRD lahir.

Diketahui, Pansus Pembahas Ranperda Fakir Miskin dan Anak Terlantar ini diserahkan ke Komisi IV DPRD Sulut.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey pun memberikan apresiasi kepada Komisi IV DPRD Sulut, saat rapat Paripurna pengesahan Ranperda Fakir miskin ini.

Menurut pantauan Media Petasulut.com, Ini para legislator yang telah dan terus fokus bahkan ngotot membahas ranperda tersebut sehingga ditetapkan menjadi Perda:

Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu adalah salah satu legislator yang ngotot dalam memperjuangkan rancangan peraturan ini dan terus mengikuti pembahasan dan turun lapangan. Salah satunya adalah dorongan dirinya kepada pemerintah kabupaten/kota untuk terus mengupdate secara rutin soal data ke Kementerian Sosial melalui Data Kesejahteraan Sosial Terpadu (DTKS).

Pun, Anggota DPRD Sulut Melky Pangemanan yang paling bertindak dalam berbagai proses pembentukan Ranperda ini. Dimana berbagai desakan-desakan ekstra cepat terus dilakukannya. Contohnya, MJP terus mendorong pemerintah kabupaten/kota  berkoordinasi intens dengan pemerintah provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Sosial terkait pengelolaan data, verifikasi dan validasi data serta strategi, arah kebijakan dan program penanganan kemiskinan dan anak terlantar.

Dan juga, Ketua DPRD Sulut Fransiskus Andi Silangen yang pada waktu lalu duduk di Komisi IV DPRD Sulut yang juga bekerja maksimal dan fokus dalam proses pembahasan, koordinasi dan konsultasi dengan kementerian terkait serta turun lapangan di beberapa pemerintahan di kabupaten dan kota.

Serta ada juga Wakil Ketua Komisi IV Careig Runtu, Sekretaris Komisi IV Jems Tuuk, Anggota Komisi IV I Nyoman Sarwa, Yusra Alhabsyi, Richard Sualang (waktu masih duduk di Komisi IV, sekarang telah di PAW dan digantikan oleh Hilman Idrus), Melisa Gerungan, Fanny Legoh dan Nursiwin Dunggio. Para politisi inipun berperan besar dalam proses pembentukan Ranperda Fakir Miskin dan Anak Terlantar ini sehingga ditetapkan menjadi Perda.

Ini beberapa berita seputar Ranperda Fakir Miskin dan Anak Terlantar:

https://petasulut.com/terkait-2-draft-ranperda-komisi-iv-dprd-sulut-kunker-ke-kemendagri/

https://petasulut.com/winsu-awal-tahun-2021-sejumlah-ranperda-segera-di-perdakan/

https://petasulut.com/bentuk-pertanggungjawaban-mjp-laporkan-kinerjanya-sepanjang-desember-2020/

https://petasulut.com/walau-di-tutup-dprd-sulut-tetap-laksanakan-tanggung-jawab-ini-buktinya/

https://petasulut.com/waktu-dekat-ini-ranperda-fakir-miskin-inisiatif-dprd-segera-diparipurnakan/

https://petasulut.com/7-tahun-puasa-akhirnya-perda-inisiatif-dprd-lahir-ini-kata-braien-waworuntu/

(ABL)

Previous articleDPRD Konsisten Pada Keputusan, JAK: Saya Tetap Fokus Kerja Buat Rakyat
Next articleKepala BP2MI Pastikan PMI Yang Karantina di Wisma Atlet Dapat Pelayanan Prima

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here