Petasulut.com, Minahasa Utara (2 September 2026) – Tim dosen dari Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kebumian (FMIPAK) Universitas Negeri Manado (UNIMA) telah sukses menyelenggarakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara pada tanggal 2 September 2026.
Kegiatan pengabdian yang mengusung tema “Literasi Matematika untuk Anak Usia Sekolah Dasar” ini menyasar anak-anak desa setempat yang berada pada rentang usia 7 hingga 10 tahun.
Program ini diketuai oleh Dr. Sylvia Jane A. Sumarauw, M.Kom., bersama tim yang beranggotakan Anisha Melfasari, S.Mat., M.Stat., Indah Chairun Nisa, S.Mat., M.Si., dan Githa Stien Tuntunan, M.Pd.
Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan pemahaman literasi numerasi dasar anak-anak, mengikis kecemasan terhadap matematika (math anxiety), serta menjadi solusi untuk mengurangi tingkat ketergantungan anak-anak terhadap gawai (gadget) di luar jam sekolah.

Berbeda dengan metode hafalan konvensional yang kaku, tim PKM UNIMA menghadirkan pendekatan inovatif berupa belajar sambil bermain (learning by playing). Anak-anak diajak untuk memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang melalui penggunaan alat peraga fisik dan permainan kooperatif berbasis kelompok.
Keseruan dan antusiasme peserta sangat terlihat selama acara berlangsung. Dalam dokumentasi kegiatan, anak-anak tampak riang berinteraksi satu sama lain, seperti saat mereka bergandengan tangan membentuk lingkaran, serta berbaris memegang pundak teman di depannya saat mengikuti instruksi permainan edukatif.
Permainan interaktif seperti Game Tebak Angka Berantai dan Kompetisi Cepat-Tepat terbukti efektif mencairkan suasana dan menstimulasi komunikasi serta motorik anak.

Kegiatan yang berlangsung meriah dengan latar spanduk edukatif penuh warna ini diakhiri dengan sesi pemberian apresiasi (reward system) berupa bingkisan kepada seluruh anak yang berpartisipasi.
Melalui program pengabdian ini, UNIMA berharap matematika tidak lagi dipandang sebagai pelajaran yang menakutkan, melainkan sebuah rekreasi kognitif yang menyenangkan sehingga memacu semangat belajar mandiri anak-anak di Desa Matungkas secara berkelanjutan.
(ABL)










