Petasulut.com, MANADO — Aksi demonstrasi yang digelar sejumlah organisasi kemahasiswaan dan masyarakat di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin (1/9/2025), berlangsung kondusif. Meski sempat terjadi ketegangan, massa aksi tetap menjaga ketertiban tanpa berujung pada tindakan anarkis.
Kondisi tersebut mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Sulut yang juga akademisi, Fendy Ratulangi, SH., MH. Menurutnya, keberhasilan masyarakat Sulut menjaga demonstrasi tetap aman mencerminkan kedewasaan dan kecerdasan publik dalam berdemokrasi.
“Masyarakat kita lebih elegan dalam menyampaikan aspirasi. Tidak gampang terprovokasi, meskipun di beberapa daerah terjadi eskalasi yang lebih panas,” ujar Ratulangi, mantan Ketua BEM Universitas Negeri Manado, saat dikonfirmasi.
Ia menilai, situasi damai ini tidak hanya berdampak positif bagi demokrasi, tetapi juga bagi iklim investasi di Sulut. Dengan stabilitas yang terjaga, Sulut berpotensi semakin menarik bagi investor.
“Sulawesi Utara bisa diclaim sebagai daerah yang aman dan nyaman. Dengan demikian, investor tidak ragu untuk menanamkan modal di sini,” tambahnya.
Ratulangi juga menegaskan, demonstrasi adalah bagian dari amanat konstitusi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Namun, hak tersebut perlu dijalankan dengan etika dan tanggung jawab.
“Itu hak warga negara, tapi tetap harus disampaikan dengan cara yang beretika, tanpa merusak dan tetap menjaga persaudaraan,” katanya.
Ia berharap, masyarakat Sulawesi Utara semakin dewasa dalam menyuarakan pendapat, sehingga citra Sulut sebagai daerah yang damai, toleran, dan terbuka dapat terus dipertahankan.
“Kalau kita bisa menjaga ini, Sulut akan makin disegani,” tuturnya.










