oleh

Dukung DSP, Kepala Kantor UPP Kelas III Likupang, Qowi: Terminal Wisata Rampung Akhir Desember 2022

Petasulut.com, SULUT – Minahasa Utara menjadi salah satu destinasi wisata super prioritas, dukungan anggaran dari pemerintah pusat pun terus di gelontorkan untuk daerah guna menunjang berbagai pembangunan.

Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Likupang pun memaksimalkan hal itu lewat program Kementerian Perhubungan dan Direktorat Jendral Perhubungan Laut untuk pembangunan terminal wisata di pelabuhan likupang.

Dimana, pengembangan fasilitas pelabuhan laut likupang saat ini terus digenjot pengerjaannya.

Diketahui, Proyek Lanjutan Pekerjaan Pengembangan Faspel Laut Likupang Multiyears Contract (MYC) 2021-2022 dipegang oleh PT. Realita Timur Perkasa dengan anggaran APBN sebesar 19,4 Miliar rupiah.

Kepada wartawan, Kepala UPP Kelas III Likupang M. Qowi mengatakan bahwa sejauh ini progres pengerjaan terminal Wisata sudah mencapai kurang lebih 60 persen.

“Terkait pengembangan fasilitas pelabuhan laut likupang saat ini pekerjaan multiyears tahun 2021-2022 sudah dilanjutkan oleh PT. Realita Timur Perkasa saat ini progres sudah mencapai 60 persen.” Ucapnya Qowi, Jumat (18/11) diruang kerjanya.

Ia pun menjelaskan untuk target selesai proyek ini akan rampung bulan desember 2022.

“Target bisa selesai 31 desember 2022 ini, namun dengan perhitungan yang sudah ada dan dengan sisa dana yang ada kemarin setelah review BPKP bahwa dana yang ada tersisa 19 Miliar lebih dan itu sudah dikontrakkan sampai akhir tahun ini.” Jelasnya.

Adapun untuk sisa pekerjaan yang rencananya akan dianggarkan kembali di Tahun 2023.

Dia juga mengatakan sudah ada berapa fasilitas yang sudah bisa digunakan diawal tahun depan.

“Target untuk tahun yang bisa selesai dan bisa dimanfaatkan nanti awal tahun depan itu dermaga apung, pariwisata, trestel, ram, kemudian lahan parkir. Juga untuk pariwisata sudah berjalan normal mulai tahun 2023.” Tandasnya.

Tak hanya dermaga dan lahan parkir, lanjut Qowi ada juga beberapa Fasilitas yang direhab seperti rehab prensengan.

“Nah itu bisa selesai tahun ini, sisanya adalah sisi darat yang akan diselesaikan,” Tutupnya.

(ABL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *