Fokus Bangun Pelabuhan Wisata Likupang, Qowi Pastikan Tenaga Kerja Lokal Selalu Dilibatkan

Petasulut.com, SULUT – Keseriusan pemerintah dalam hal membangun berbagai sarana penunjang pariwisata di Sulawesi Utara patut mendapat acungan jempol.

Salah satunya, fasilitas terminal wisata pelabuhan Likupang yang berada di lahan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Likupang di Desa Munte, Kecamatan Likupang Barat, Minut, Sulut.

Pelabuhan wisata likupang itu diketahui terus dipacu pembangunannya dan ditargetkan akan tuntas pada tahun 2022 nanti.

Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu juga sempat mengapresiasi kinerja Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Likupang yang sampai saat ini tengah fokus dalam pembangunan terminal wisata itu.

” Tentunya Kami (DPRD Sulut) akan terus menunjang UPP Kelas III Likupang dalam pembangunan terminal wisata ini,” kata Waworuntu, selasa (13/7) di ruang kerjanya.

Disisi lain, Kepala Pelabuhan Kelas III Likupang M. Qowi mengatakan pembangunan terminal wisata pelabuhan Likupang merupakan upaya pemerintah pusat untuk mendukung kawasan Strategi Pariwisata Nasional di daerah tersebut.

Pelabuhan Wisata Likupang yang berada di lahan kantor UPP Kelas III Likupang

Qowi juga memaparkan proses serta tahapan pembangunan terminal wisata telah dilaksanakan persetujuan kontrak Tahun Jamak (Multy Years Contract) Pekerjaan Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Laut Likupang TA. 2021 – 2022 sudah keluar dan ditanda tangani Menteri Perhubungan pada tanggal 21 Juni 2021.

” Lelang Pekerjaan konstruksi saat ini sudah memasuki tahap SPPBJ dan Lelang Pekerjaan Supervisi sudah memasuki tahap masa sanggah prakualifikasi, rencana kontrak akhir bulan Juli 2021 ini.” jelas Qowi kepada wartawan Selasa (13/7/21) melalui pesan Whatsapp.

Sementara itu terkait harapan wakil rakyat Sulut Braien Waworuntu untuk melibatkan tenaga kerja lokal dalam pembangunan fasilitas pelabuhan, menurut Qowi selama ini pihaknya tetap berkomitmen untuk memprioritaskan penduduk sekitar maupun warga Minahasa Utara.

” Terkait pelibatan tenaga kerja lokal, pasti kami selalu libatkan warga sekitar Likupang / Minahasa Utara. Nanti setelah kontrak dan pekerjaan dimulai akan kami informasikan terkait jumlah tenaga kerja yang dilibatkan. Setiap pembangunan di Pelabuhan Laut Likupang guna mendukung KEK Pariwisata dan Destinasi Super Prioritas Likupang akan selalu melibatkan tenaga kerja lokal, ” terangnya.

Dikatakannya untuk tahun 2020 kemarin pihaknya telah melibatkan 30 tenaga lokal dan 15 tenaga dari luar. Sedangkan untuk pekerjaan padat karya di Pelabuhan Laut Likupang untuk Bulan April 2021 juga telah melibatkan 50 pekerja lokal/warga sekitar Pelabuhan untuk pengecatan pagar dan pembersihan lingkungan pelabuhan.

Disisi lain Qowi juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan wakil rakyat Sulut dalam menunjang pembangunan fasilitas pariwisata yang ada di pelabuhan Likupang.

Diketahui, pembangunan sarana itu bakal menghabiskan anggaran Rp 40 miliar untuk tahun 2021 sampai 2022.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *