Komitmen Toleransi Minahasa Utara Diakui Dunia, Bupati Joune Ganda Paparkan Tiga Pilar Perdamaian di UCLG World Congress

Petasulut.com, TANGIER, MAROKO – Kabupaten Minahasa Utara kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Dalam ajang United Cities and Local Governments (UCLG) World Congress, Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., tampil sebagai pembicara yang memaparkan pengalaman daerahnya dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan harmonis.

Keikutsertaan Minahasa Utara pada forum bergengsi tersebut menjadi semakin istimewa setelah daerah ini berhasil masuk sebagai **finalis UCLG Peace Prize 2026**, penghargaan internasional yang diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil menciptakan serta menjaga perdamaian dan harmoni sosial di tingkat lokal.

Prestasi tersebut menjadikan Minahasa Utara sebagai salah satu representasi Indonesia sekaligus kawasan Asia Pasifik dalam forum yang dihadiri para kepala daerah, pemimpin kota, serta organisasi pemerintahan lokal dari berbagai negara.

Dalam pidatonya, Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Minahasa Utara merupakan kekuatan utama dalam membangun daerah. Menurutnya, masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya justru menjadi modal sosial yang harus terus dirawat.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa suasana damai dan kehidupan yang harmonis tidak tercipta dengan sendirinya.

“Perdamaian tidak terjadi secara otomatis. Hal ini membutuhkan komitmen nyata, kolaborasi yang kuat, serta investasi yang berkelanjutan dalam membangun rasa saling percaya di tengah masyarakat,” ujar Joune Ganda di hadapan peserta UCLG World Congress.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Joune memaparkan strategi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam menjaga stabilitas sosial. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga pilar utama yang menjadi fondasi pembangunan toleransi di daerah.

Pilar pertama adalah penguatan pendidikan berbasis moderasi beragama sebagai upaya menanamkan nilai saling menghormati sejak usia dini.

Pilar kedua ialah dukungan nyata pemerintah terhadap seluruh komunitas lintas agama melalui berbagai program pembinaan, fasilitasi kegiatan keagamaan, hingga pemberian bantuan kepada rumah-rumah ibadah tanpa membedakan latar belakang keyakinan.

Sementara pilar ketiga adalah membangun ruang dialog yang terbuka dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tokoh agama, organisasi masyarakat, perempuan, generasi muda hingga unsur pemerintah.

Menurut Joune, keberhasilan menjaga kerukunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Sinergi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Ia juga menyoroti peran strategis para tokoh agama sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial. Kedekatan mereka dengan masyarakat dinilai mampu menjadi benteng pertama dalam meredam berbagai potensi konflik.

“Bagi Minahasa Utara, kedamaian bukan sekadar tujuan sosial, melainkan fondasi utama bagi pembangunan berkelanjutan. Ketika pemerintah daerah, tokoh agama, perempuan, dan generasi muda berjalan bersama, maka harmoni yang tercipta akan semakin kuat,” tegasnya.

Komitmen tersebut, lanjut Joune, turut mendukung percepatan pembangunan daerah, termasuk pengembangan sektor investasi dan pariwisata. Kondisi keamanan yang terjaga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim pembangunan yang sehat dan berkelanjutan.

Melalui forum dunia ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat toleransi, menjaga keberagaman, dan membangun kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.

Keberhasilan Minahasa Utara menembus finalis UCLG Peace Prize 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa praktik-praktik baik yang lahir dari daerah mampu memperoleh pengakuan di tingkat internasional. Capaian tersebut juga memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan masyarakat yang hidup rukun, damai, dan saling menghormati.

Partisipasi aktif Bupati Joune Ganda dalam UCLG World Congress diharapkan semakin membuka peluang kerja sama internasional sekaligus memperkuat posisi Minahasa Utara sebagai daerah yang mampu menjadi contoh dalam membangun perdamaian, toleransi, dan pembangunan yang inklusif di tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *