Lahirkan Generasi Mumpuni, Kompetisi Debat Mahasiswa Fispol UNSRAT Dibuka

Petasulut.com, UNSRAT – Guna mengembangkan potensi dan melahirkan generasi-generasi penerus yang mumpuni, Pusat Studi Debat (PSD) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) melaksanakan Kompetisi Debat Mahasiswa Fispol Unsrat tahun 2023, Kamis (02/03) di Aula Fispol Manado

Pada kesempatan itu, Morits Ering Ketua PSD Unsrat saat diwawancarai menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya debat ini yaitu menyediakan wadah untuk teman-teman mahasiswa.

“Ya tentu saja tujuan dari pelaksanaan debat ini yang pertama, kita itu pasti akan menyediakan wadah untuk teman-teman mahasiswa mengungkapkan, dan mengembangkan talent yang mereka punya dan juga follow up skills public speaking, critical thinking, dan sebagainya,” ungkap Morits.

“Tapi lebih dari itu, yang menjadi tujuan juga dari pengadaan seleksi internal ini supaya untuk menjadi ajang penjaringan dari Fispol untuk mengikuti debat seleksi internal tingkat Unsrat,” tambahnya.

Diketahui, debat Bahasa Inggris diikuti oleh enam orang yang terbagi atas tiga tim, dan sejauh ini debat Bahasa Indonesia yang mendaftar ada sembilan tim. Debat ini berlangsung 2 hari pada tanggal 02-03 Maret 2023.

Selain itu, Morits juga berpendapat bahwa sejauh ini melihat kemampuan dari para peserta sudah sangat bagus.

“Sebenarnya waktu technical meeting, ada sempat sedikit bicara dengan mereka. Mereka mengatakan bahwa masih banyak yang first timer, tapi jujur melihat yang ini baru round sudah sangat bagus. Dan juga saya percaya besok juga dihari ke dua pasti lebih luar biasa lagi,” ujar ketua PSD tersebut.

Ketua PSD juga menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan tidak terlalu lama dan terpenting menyediakan juri sebelum mengadakan debat tersebut.

“Sebenarnya untuk persiapan ini dilakukan agak tidak terlalu lama kami melakukan persiapan, sebenarnya tidak banyak persiapan yang begitu besar dilakukan yang penting itu sediakan saja, juri yang utama,” beber Morits.

Morits juga menyampaikan jika juri yang diambil merupakan seorang mantan anggota UKM Debat Unsrat.

“Juri itu saya ambil dari UKM debat Unsrat, jadi mantan UKM debat Unsrat dan juga dipastikan tidak dari Fispol yaa, supaya aman,” tandas Morits.

Menurut Morits setelah menyediakan juri selanjutnya persiapan yang dilakukan lebih ke teknis-teknis, fasilitas, technical meeting, dan publikasi untuk menyiapkan peserta.

“Jadi pastikan dulu juri baru teknis-teknis, sarana pra sarana, baliho, technical meeting, materi yang akan disampaikan, dengan tentu saja publikasi, karenakan kita harus mempersiapkan pesertanya juga,” tambahnya.

Morits Ering juga menambahkan bahwa dari fakultas sangat mendukung dan membantu dalam program debat ini.

“Fakultas sangat-sangat mendukung untuk program debat ini, karena melihat selalu tiap tahun ketika ada seleksi internal fakultas selalu mendukung baik itu dalam hal memberikan tempat, sarana pra sarana, mic, dan sebagainya. Juga, makanan, dana, dan ada reward untuk para peserta yang menang. Kalo misalnya ada apa-apa minta ke bagian mahasiswa dan alumni pasti dibantu dan selalu fast respon, Puji Tuhan,” Jelas Ketua PSD itu.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *