Petasulut.com, SULUT – Terus fokus melakukan langkah kesiapsiagaan mitigasi dampak dan pengendalian virus influensa di Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara melalui bidang Pengelola ISPA menyiapkan fasilitas kesehatan program penanganan Surveilans Influenza Like Illness (ILI) di Puskesmas Amurang Barat serta Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di Rumah Sakit Prof RD Kandou Manado.
Diketahui, Puskesmas Amurang Barat merupakan satu – satunya fasilitas kesehatan yang mendapat rekomendasi Kementerian Kesehatan RI melakukan diagnosa Surveilans Sentinel Influenza Like Illness (ILI).
Terkait itu, Pengelola Program ISPA Dinas Kesehatan Sulut, Sandra Kumolontang S.kep Ns mengungkapkan ditetapkannya Puskesmas Amurang Barat sebagai tempat Surveilans ILI sesuai hasil laporan dimana wilayah tersebut ditemukan kasus Influenza tertinggi di Sulut.
“Mengapa Puskesmas Amurang Barat, karena berdasarkan Laporan per minggu melalui aplikasi SKDR terdapat kasus Influensa tertinggi di Sulawesi Utara,” ungkap Sandra kepada wartawan saat melaksanakan monitoring di Puskesmas tersebut, pada Selasa (22/04/2024)
Sandra menuturkan di seluruh Indonesia surveilans ILI dilaksanakan di 31 Puskesmas yang mencakup 27 Provinsi bahkan di beberapa provinsi terdapat dua puskesmas yang dijadikan surveilans ILI.
“Khusus di Sulut hanya satu yakni Puskesmas Amurang Barat,” ucapnya.
Lanjut Sandra Kumolontang, untuk rumah sakit yang dijadikan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) dengan fasilitas rawat inap kasus Influenza berat yakni di RS Prof RD Kandou Manado.
“Sebelumnya sejak lima tahun lalu sampai tahun 2022 di RS Manembo Nembo Bitung, kenapa dipindahkan ke RS Prof Kandow, karena kriteria penanganan sentinel ILI jumlah pasien minimal diatas 500 pasien. Nah di RS Manembo Nembo ini beberapa tahun terakhir pasien tidak mencapai 500,” urai Kumolontang.
Dengan demikian melihat kasus ILI yang ada maka dipindahkan ke rumah sakit Prof RD Kandou sebagai rumah sakit Sentinel SARI.
Perlu diketahui,penderita Sentinel ILI merupakan diagnosa dengan gejala batuk, demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius disertai meriang dan rasa lelah serta batuk dengan durasi tidak lebih dari 10 hari.
“Kenapa, kalau lebih dari 10 hari itu adalah gejala penyakit TBC, ” tandasnya.
Lanjut Kumolontang, bila ditemukan kasus tersebut terhadap pasien di Puskesmas serta memenuhi kriteria diagnosis operasional ILI maka akan diambil specimen swab hidung dan tenggorokan seperti yang dilakukan tim medis pada saat covid 19 lalu tetapi berbeda jenis pemeriksaan karena terkait influenza.
“Setelah dilakukan pengambilan sampel maka dikirim ke laboratorium Sentinel ada di BTKL yang merupakan laboratorium ILI satu – satunya di Sulut,” Tuturnya.
Disisi lain, Kumolontang mengatakan saat ini untuk kesiapan tenaga medis di Puskesmas Amurang Barat yang melaksanakan penanganan sentinel ILI telah dibekali pelatihan secara maksimal.
“Mereka sudah diberi pelatihan selama satu minggu di Jakarta beberapa waktu lalu dimana tujuan pelatihan tenaga medis tersebut untuk melakukan penanganan termasuk diagnosa, pengambilan spesimen kepada pasien kemudian pencatatan dan laporan, itulah sebabnya Puskesmas Amurang Barat sebagai Puskesmas sentinel ILI di Sulut,” tandas Kumolontang.
Ia juga mengungkapkan temuan kasus ISPA yang cukup signifikan tersebut didapatkan melalui pemeriksaan kepada pasien yang datang memeriksakan diri.
Dari hasil pemeriksaan pasien di Wilayah Amurang Barat Kumolontang mengakui ditemukan kasus yang cukup konsisten dibandingkan dengan kabupaten/kota atau wilayah puskesmas yang lain.
“Salah satu contoh kami temukan pada pasien laki – laki atas nama Tl 16 tahun dengan penyakit Influensa Type A melalui pemeriksaan di Laboratorium BTKL Manado. Jenis Type A tersebut bisa menyebabkan kerusakan serius pada sistem pernafasan bahkan bisa menyebabkan Pandemi,” terangnya.
Namun demikian kata Kumolontang, berkat kesiapsiagaan petugas medis pasien dapat ditangani dengan baik.
“Pasien tersebut sudah pulih karena dilakukan penanganan dan pengobatan dengan cepat dengan jangka waktu satu Minggu.” pungkasnya.
(ABL)










