Sosialisasi WasBang, MJP Harap Masyarakat Jaga Komitmen dan Semangat Persatuan

Petasulut.com, SULUT – Guna menjaga dan merawat nilai-nilai wawasan kebangsaan antara lain, Penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, Tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka, dan bersatu, Cinta akan tanah air dan bangsa serta Demokrasi atau kedaulatan rakyat dan Kesetiakawanan sosial.

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Melky Jakhin pangemanan menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, jumat (18/02) di Manembo-nembo, Kota Bitung.

Wawasan kebangsaan dianggap sangat penting dalam hubungan antar bangsa dan dalam pergaulan antar bangsa lain di dunia internasional. Wawasan kebangsaan mengandung komitmen dan semangat persatuan untuk menjamin keberadaan dan meningkatkan kualitas hidup bangsa. Konsep kebangsaan merupakan hal yang mendasar bagi bangsa Indonesia.

Khususnya di bumi Nyiur Melambai, MJP sangat mengharapkan masyarakat didalamnya dapat tetap menjaga kehidupan harmoni yang telah terjalin di tengah kemajemukan.

Pada kesempatan tersebut, MJP mengungkapkan, kegiatan sosialisasi wasbang begitu penting untuk dilaksanakan di Sulut. DPRD Sulut menurutnya, menginisiasi kegiatan ini sebagai bagian dari tanggungjawab moril untuk mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan.

“Tapi juga mengedukasi publik untuk memperkuat kebersamaan, kesatuan di tengah kepelbagaian, di tengah pluralisme yang ada di Sulut bahwa bangsa kita, daerah kita begitu kuat karena perbedaan yang ada,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulut ini.

Anggota DPRD Sulut, Melky Jakhin Pangemanan melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Manembo-nembo, Kota Bitung

Maka dari itu lewat kegiatan seperti sosialisasi wasbang, dinilainya sangat produktif untuk selalu mengingatkan publik. Agar supaya bisa bersama menjaga keberagaman di bumi Nyiur Melambai.

“Masyarakat harus terus diedukasi, diingatkan sehingga Sulut akan terus menjadi laboratorium kerukunan beragama dan menjadi contoh kerukunan di Indonesia. Dan menjadi potret keberagaman di Indonesia,” ungkap wakil rakyat daerah pemilihan Minut-Bitung ini yang duduk sebagai Anggota Komisi IV DPRD Sulut.

Disamping itu, Viktory Rotty yang menjadi pemateri dalam sosialisasi kebangsaan itu mengakui, berbicara mengenai kerukunan sebenarnya sudah dipraktikkan masyarakat yang ada di Sulut. Disampaikan Akademisi Universitas Negeri Manado (Unima) ini, telah banyak sebutan yang telah dilekatkan kepada Sulut terkait kerukunan. Seperti julukan Sulut sebagai laboratorium kerukunan atau etalase kerukunan yang ada di Indonesia.

“Maka dari itu kita perlu saling memahami di sekitar kita. Tetangga-tetangga kita. Kalau torang so baku paham maka akan sangat mudah menangkal paham-paham yang dari luar yang akan mempengaruhi kerukunan kita,” ujar Rotty.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *