UNIMA Dorong Desa Kanonang 3 Kelola Sampah Berkelanjutan melalui Lokakarya Pemilahan Sampah Rumah Tangga

 

Petasulut.com, Kanonang MINAHASA (6 Juli 2026) – Universitas Negeri Manado (UNIMA) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026 melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui lokakarya pemilahan sampah organik dan anorganik di Desa Kanonang 3, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa.

Kegiatan yang berlangsung pada 6 Juli 2026 ini mengangkat tema “Pemberdayaan Rumah Tangga melalui Lokakarya Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik untuk Mendukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan.”

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumber, khususnya pada tingkat rumah tangga.

Kegiatan PKM ini diketuai oleh Jeilen Gabriela Nikita Nusa, S.Si., M.Sc, bersama anggota tim Stefan Marco Rumengan, S.Si., M.Si dan Ishak Pawarangan, S.Pd., M.Sc dari Universitas Negeri Manado. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan pemerintah Desa Kanonang 3 dengan dukungan langsung dari Hukum Tua Desa Kanonang 3, Ibu Verra V. V. Lumintang, sebagai mitra strategis dalam penguatan gerakan lingkungan berbasis masyarakat.

Pemaparan materi oleh Ketua Tim berama anggota tim Pengabdian

Dalam sambutannya, Hukum Tua Desa Kanonang 3, Verra V. V. Lumintang, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dimulai dari keluarga.

“Perubahan perilaku dalam mengelola sampah harus dimulai dari rumah tangga. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Verra.

Lokakarya ini menghadirkan materi mengenai pengenalan jenis sampah, dampak pencampuran sampah terhadap lingkungan dan kesehatan, manfaat pemilahan sampah dari sumber, serta teknik sederhana pengolahan sampah organik melalui kompos dan biopori.

Selain tim PKM UNIMA, kegiatan ini juga menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi muda, yaitu Marcellino Mambu, mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Praktik langsung Pemasangan Biopore di sekitar lahan rumah masyarakat

Dalam penyampaiannya, Marcellino memberikan penguatan perspektif lingkungan mengenai pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mendukung sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Menurut Marcellino, pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga merupakan langkah awal yang sangat penting karena menentukan kualitas pengelolaan sampah pada tahap berikutnya.

“Sampah yang sudah dipilah sejak dari rumah memiliki nilai manfaat yang lebih besar. Sampah organik dapat dikembalikan menjadi sumber daya melalui pengomposan, sedangkan sampah anorganik dapat diarahkan untuk guna ulang maupun daur ulang,” jelasnya.

Kegiatan PKM ini tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung. Masyarakat diperkenalkan dengan penggunaan wadah pilah sampah organik dan anorganik, pembuatan komposter rumah tangga sederhana, serta penerapan lubang biopori sebagai upaya pemanfaatan sampah organik sekaligus mendukung resapan air di lingkungan rumah.

Melalui kegiatan praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam membedakan jenis sampah, mengelola limbah dapur, serta memahami bahwa sebagian besar sampah rumah tangga masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.

Tim PKM UNIMA menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini menggabungkan edukasi, praktik teknologi tepat guna sederhana, pendampingan, serta pembentukan kader lingkungan. Pendekatan tersebut dipilih karena perubahan perilaku pengelolaan sampah tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga fasilitas yang mudah digunakan dan dukungan sosial dari komunitas.

Proses pembuatan biopore oleh peserta lokakarya

Sebelumnya, kondisi mitra menunjukkan bahwa pemilahan sampah rumah tangga belum dilakukan secara konsisten. Sampah organik dan anorganik masih banyak tercampur sehingga mengurangi peluang pemanfaatan sampah organik menjadi kompos maupun pengelolaan sampah anorganik untuk daur ulang.

Melalui program ini, masyarakat Desa Kanonang 3 diharapkan mampu membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun rumah tangga percontohan dan kader lingkungan yang dapat melanjutkan praktik pengelolaan sampah secara mandiri.

Program PKM ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan lingkungan berkelanjutan, khususnya melalui penguatan peran masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah dari tingkat rumah tangga.

Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat, Desa Kanonang 3 diharapkan dapat menjadi contoh praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *