Petasulut.com, MINAHASA – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) tahun 2026 di Kabupaten Minahasa, Anggota DPRD Kabupaten Minahasa, Janti Rotikan, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan pilihan politik, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama proses demokrasi berlangsung.
Menurut Janti Rotikan, pemilihan Hukum Tua merupakan momentum penting bagi masyarakat desa karena hasil yang ditentukan dalam pesta demokrasi tersebut akan berpengaruh terhadap arah pembangunan dan kepemimpinan desa dalam jangka waktu yang panjang.
“Satu suara menentukan pilihan untuk delapan tahun ke depan. Karena itu, gunakan hak pilih dengan bijak dan penuh tanggung jawab,” ujar Politisi Partai NasDem itu, Selasa (16/6/2026).
Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam sebuah kontestasi politik merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari kehidupan demokrasi. Namun demikian, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan dan keharmonisan yang selama ini telah terjalin di tengah masyarakat.
Janti mengingatkan agar warga tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar, termasuk berbagai informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas. Menurutnya, penyebaran hoaks dapat memicu kesalahpahaman dan berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan proses pemilihan Hukum Tua.
“Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap saling menghormati, menjaga kebersamaan, dan tidak mudah percaya pada berita hoaks yang dapat memecah belah masyarakat,” katanya.
Politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat tersebut juga mengajak para calon Hukum Tua beserta tim pendukung untuk mengedepankan politik yang santun, edukatif, dan berorientasi pada pembangunan desa. Dengan demikian, proses pemilihan dapat berjalan damai, jujur, dan bermartabat.
Lebih lanjut, Janti berharap seluruh masyarakat Minahasa dapat menjadikan Pilhut 2026 sebagai ajang demokrasi yang sehat dan penuh kedewasaan politik.
“Mari torang sama-sama menjaga keamanan, menghormati setiap perbedaan pilihan, serta mengutamakan persaudaraan. Dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan pemilihan Hukum Tua yang damai, jujur, dan bermartabat demi kemajuan desa yang lebih baik,” pungkasnya.
Pelaksanaan Pilhut 2026 di Kabupaten Minahasa diharapkan menjadi momentum lahirnya pemimpin-pemimpin desa yang mampu membawa kemajuan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tanpa mengorbankan persatuan dan kerukunan yang telah terbangun selama ini.
(ABL)










