Legislator Pricilya Rondo Soroti Kekurangan Pupuk dan Benih, Pertanyakan Target Astacita

Petasulut.com, SULAWESI UTARA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Pricilya Rondo, menyoroti persoalan kekurangan pupuk dan benih yang masih dialami petani di daerah. Ia mempertanyakan bagaimana target besar pemerintah, termasuk visi Astacita, dapat tercapai jika kebutuhan dasar petani belum terpenuhi.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Sulut bersama Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulut, Senin (2/3/2026), di ruang rapat Komisi II. Rapat tersebut membahas program dan kegiatan tahun anggaran 2026.

Dalam forum tersebut, Rondo secara terbuka menyinggung program swasembada pangan, hilirisasi, hingga industrialisasi yang menjadi agenda strategis pemerintah pusat dan daerah.

Menurutnya, dorongan menuju swasembada pangan akan sulit diwujudkan apabila persoalan mendasar seperti ketersediaan pupuk dan benih jagung maupun bibit padi belum teratasi di tingkat petani.

“Kita masih kekurangan pupuk, benih jagung, dan bibit padi. Padahal itu hal paling mendasar menuju Astacita,” ungkap Rondo.

Ia menambahkan, kondisi tersebut kerap menjadi pertanyaan masyarakat saat anggota dewan turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi.

Rondo menegaskan, pernyataannya bukan dalam rangka memprotes atau menyudutkan pemerintah daerah. Ia memahami bahwa saat ini terjadi perampingan dan penyesuaian anggaran di berbagai sektor.

Namun demikian, menurutnya, persoalan pupuk dan benih tetap harus menjadi prioritas karena menyangkut hajat hidup petani serta ketahanan pangan daerah.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami di DPRD yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Juga tentu menjadi tugas dinas terkait untuk mencari solusi,” tegasnya.

Lebih jauh, Rondo mengingatkan bahwa tanpa solusi konkret, visi besar pemerintah seperti Astacita berpotensi hanya menjadi slogan semata.

Ia bahkan menyebut bahwa jika persoalan mendasar ini tidak segera diselesaikan, maka target yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan sulit tercapai hingga akhir masa jabatan.

“Kalau tidak ada solusi untuk ini, Astacita hanya tinggal slogan. Kita tidak akan mencapai itu sampai akhir pemerintahan,” tuturnya.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *