Warga Tenga Antusias Ikuti Sosialisasi Tentang Stunting Oleh Komisi IX DPR RI dan Mitra Kerja BKKBN

Petasulut.com, SULUT – Terus semangat bertemu masyarakat di berbagai daerah di Sulawesi Utara menjadi bukti bahwa BKKBN dan Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene fokus menggaungkan pola hidup sehat guna memberantas persoalan Stunting.

Kali ini, daerah Minahasa Selatan tempatnya di Radey, Kecamatan Tenga disambangi FER dan BKKBN untuk mensosialisasikan Kie Program Bangga Kencana, (01/02/2024).

Ratusan warga Radey pun turut hadir pada kegiatan itu.

Anggota DPR-RI Ibu Felly Estelita Runtuwene, SE, dalam pertemuan itu mengatakan Pemerintah telah berupaya untuk meminimalisir terjadinya stunting pada anak.

“Jangan sampai anak-anak kehilangan masa depan  karena  infeksi gizi,” ujar Felly, seraya menambahkan bahwa  persoalan gizi  buruk pada balita tidak hanya terkait masyarakat miskin tetapi juga bisa terjadi pada orang berada (kaya).

”Banyak perempuan yang akan menikah sampai harus melakukan diet sehingga mempengaruhi  kondisi gizi  tubuh. Bila terjadi kehamilan, kondisi ini ikut mempengaruhi gizi janin dalam kandungan. Ini problem kita sekaligus tanda awas bagi kita,” ungkap Mantan Anggota DPRD Sulut dua Periode itu.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada 1000 HPK. Artinya, mulai dari dalam rahim 9 bulan 10 hari dan ditambah 2 tahun, setelah dilahirkan, di mana masa itu anak-anak sangat membutuhkan perhatian atas gizi dan kesehatan.

Namun, sebelum itu calon ibu dan calon ayah sebaiknya memeriksakan diri ke dokter, ketika sudah mempunyai keinginan untuk mempunyai anak. Ini  untuk mengetahui apakah kedua orang tua ada infeksi atau tidak.

“Infeksi akan mempengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan,” ujar  Felly.

Lebih lanjut, Felly mengutarakan bahwa postur anak stunting pada umumnya lebih pendek pada usia normalnya, pertumbuhan tulang tertunda, terjadi gangguan kecerdasan.

“Untuk mengetahui kondisi tersebut,  anak batita – balita diwajibkan dibawa ke posyandu. Bila terdapat anak berisiko stunting akan cepat terdeteksi dan cepat mendapat penanganan.
Maka dari itu para orang tua harus menginvestasikan perhatian kepada anak agar dapat diketahui tumbuh kembang anaknya,” urainya.

Di kesempatan yang sama, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut, Ibu Maurend Jully Lesar, S.Sos menjelaskan secara terperinci tentang Kie Program Bangga Kencana kepada masyarakat.

Pun, Anggota DPRD Sulut Stella Runtuwene meminta masyarakat agar terus memperhatikan kesehatan ibu dan anak.

“Pola hidup sehat harus menjadi yang utama,” Ucapnya.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *