Petasulut.com, SULAWESI UTARA — Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penanggulangan Bencana di Sulawesi Utara resmi memasuki tahap finalisasi. DPRD Sulut menggelar rapat akhir bersama seluruh fraksi untuk menyampaikan pandangan akhir sebelum Ranperda tersebut ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Rapat berlangsung di Ruang Serbaguna DPRD Sulut, Jumat (14/11/2025).
Rapat dipimpin Ketua Panitia Khusus (Pansus), Royke Roring, didampingi Sekretaris Pansus Paula Runtuwene, serta anggota pansus Vionita Kuera, Louis Carl Schramm, Pierre Makisanti, dan Amir Liputo.
Turut hadir Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andi Silangen, selaku koordinator Pansus Penanggulangan Bencana. Dalam sambutannya, Andi Silangen menyampaikan rasa syukur karena proses pembahasan Ranperda berjalan lancar hingga mencapai tahap final.
“Saya ingat waktu kita berkunjung ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Ada satu pemaparan penting dari salah satu deputi, dan saya berharap inti paparan itu bisa terakomodasi dalam Ranperda ini. Fokus penanggulangan bencana bukan hanya pada saat bencana itu terjadi,” ujar Silangen.
Ia menyinggung besarnya biaya ketidaktahuan atau biaya yang diabaikan terkait penanganan bencana di Indonesia. Menurutnya, angka tersebut mencapai lebih dari Rp60 triliun setiap tahun.
“Setiap bulan berarti ada lebih dari satu triliun rupiah kerugian. Ini menjadi penekanan dari deputi BNPB agar pemerintah daerah memperhatikan pola dan peristiwa sebelumnya. Misalnya banjir di Tondano, itu bukan kejadian sesaat, tetapi ada sejarah dan pola yang harus dipahami,” jelasnya.
Andi menambahkan, penting bagi Pemerintah Provinsi Sulut memiliki perspektif jangka panjang. Ia berharap Ranperda ini mampu memberikan arah mitigasi dan antisipasi bencana hingga 20 tahun ke depan.
“Saya hanya mengingatkan kembali betapa pentingnya melihat akar persoalan. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman Pansus yang bekerja dengan semangat luar biasa hingga Ranperda ini mencapai tahap final. Berikutnya, kita akan bawa ke Kementerian Dalam Negeri untuk konsultasi terakhir,” ujarnya menutup penyampaian.
(ABL)










